Rabu, 24 Juli 2019
Berita Konservasi

5.100 Kura-kura Moncong Babi Dilepasliarkan

Rabu, 15 Mei 2019

Di Sungai Minajerwi, Kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika

5.100 Kura-kura Moncong Babi Dilepasliarkan
ksdae.menlhk.go.id
5.100 Kura-kura Moncong Babi Dilepasliarkan di Sungai Minajerwi, Kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika

Mimika -- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua bekerjasama dengan Multi Stakeholder Forum (MSF) Kabupaten Mimika, Polda Papua, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Mimika melepasliarkan 5.100 kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta) di Sungai Minajerwi, Kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.

Kura-kura moncong babi tersebut merupakan sitaan Polda Papua dari perdagangan ilegal, 20 Februari 2019 lalu sebanyak 589 ekor dengan rincian 297 dalam keadaan hidup dan 292 mati serta tanggal 26 Maret 2019 sebanyak 5.247 ekor dengan rincian 4.875 dalam keadaan hidup dan 372 dalam keadaan mati. Satwa yang masih hidup dititipkan di kandang transit Mile 21 PT Freeport Indonesia. Sedangkan yang sudah mati dimusnahkan dengan cara dikubur.

Baca Juga: BBKSDA Papua Amankan 5.247 Kura-kura Moncong Babi

Kura-Kura Moncong Babi (Carettochelys insculpta) merupakan satwa endemik Papua yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar dan Peraturan Menteri LHK No. 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Kepala BBKSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut. M.Si menyampaikan, proses hukum terhadap pelaku perdagangan ilegal kura-kura moncong babi tersebut tetap dilakukan agar dapat memberikan efek jera. Edward juga mengucapkan terima kasih banyak kepada penyidik Polri, masyarakat khususnya masyarakat adat dan multistakeholders lainnya yang telah dengan aktif membantu dalam upaya pelestarian satwa liar khususnya kura-kura moncong babi di Papua. 

Baca Juga: Ratusan Kura-kura Moncong Babi Dipulangkan

Pada prinsipnya satwa liar yang dilindungi seperti kura-kura moncong babi (C. insculpta) dapat dimanfaatkan, asalkan memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian berdasarkan peraturan yang berlaku. Kegiatan hari ini adalah mengembalikan satwa liar ke habitatnya dengan harapan akan dapat meningkatkan populasi di habitatnya.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR