Kamis, 23 Mei 2019
Berita Konservasi

Penyu Hijau Dilepasliarkan di Pantai Swarangan

Selasa, 2 April 2019

Berjenis kelamin betina dengan panjang 83 cm, lebar 70 cm dan berat 70 Kg

Penyu Hijau Dilepasliarkan di Pantai Swarangan
ksdae.menlhk.go.id
Penyu hijau yang dilepasliarkan di pantai Desa Swaragan

Pelaihari -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan menerima penyerahan seekor satwa liar dilindungi undang-undang yaitu penyu hijau (Chelonia mydas) dari masyarakat melalui perwakilan Sekretaris Desa Swarangan, Hamdani, pada Senin (1/4/2019). Penyu hijau itu berjenis kelamin betina dengan panjang 83 cm, lebar 70 cm dan berat 70 Kg.

Satwa ini ditemukan di laut Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut oleh nelayan, pada Sabtu (30/3/2019) sekitar pukul 17.00 WITA dalam kondisi sakit. Para nelayan kemudian berinisiatif menyerahkan kepada Sekretaris Desa Swarangan yang kemudian mengamankan dan merawat sebelum dilepasliarkan.  Selanjutnya, Hamdani meminta ketua kelompok binaan BKSDA Kalimantan Selatan, Laksamana Bahari, Taibani, berkoordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari dan Resort Jorong.

Baca Juga: BKSDA Kalsel Bentuk MMP di CA Teluk Pamukan

Petugas Resort Jorong melaksanakan perintah dan arahan dari Kepala Seksi Wilayah I Pelaihari, Mirta Sari, S.Hut., M.P untuk melakukan observasi. Hasil dari observasi di lapangan, kondisi fisik satwa yang masih cedera berupa luka kecil pada bagian tungkai depan kanan. Satwa tersebut dirawat satu malam oleh kelompok masyarakat tersebut.

Pada Senin (1/4/2019) pukul 15.30 WITA, penyu hijau dilepasliarkan oleh tim Seksi Wilayah I Pelaihari Resort Jorong, Tarjuani, Noer Vana Dwi P dan Mustafa bersama aparat Desa Swarangan di Pantai Swarangan dengan koordinat yang telah ditetapkan.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari  menyampaikan ucapan terimakasih kepada Hamdani dan warganya yang telah berpartisifasi aktif dalam penyelamatan satwa jenis penyu hijau (Chelonia mydas) dan Anggota Resort Jorong yang bertindak cepat dalam penanganannya.

Kepada masyarakat, Kepala Balai KSDA Kalimatan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc juga terus mengajak dan menghimbau agar tidak memelihara satwa liar yang dilindungi undang-undang dan akan lebih baik dan bijaksana membiarkan satwa liar tersebut bebas berkembang biak di alamnya demi kesinambungan lingkungan.




BAGIKAN

BERI KOMENTAR