Kamis, 12 Desember 2019
News & Nature
Berita

BBKSDA Papua Amankan 5.247 Kura-kura Moncong Babi

Minggu, 31 Maret 2019

Dilepasliarkan di Sungai Minajerwi

BBKSDA Papua Amankan 5.247 Kura-kura Moncong Babi
ksdae.menlhk.go.id
Tim gabungan mengevakuasi 5.247 kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta) pada Selasa (26/3/2019)

Timika -- Tim gabungan yang terdiri dari Seksi Konservasi Wilayah II Timika Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, Reskrim Polda Papua, Reskrim Polres Timika, dan Departemen Enviromental PT. Freeport Indonesia berhasil mengevakuasi 5.247 kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta) pada Selasa (26/3/2019). Satwa endemik Papua yang dilindungi itu dikemas dalam 10 kotak sterofoam, 5 kotak plastik, dan 3 ember plastik. Tempat kejadian perkara di Jalan Irigasi, Gg. Durian, Timika, Papua.

Sekitar pukul 12.45 WIT, Tim Reskrim Polda Papua dan Polres Timika mengamankan dua tersangka yang telah menjadi target sebagai pengumpul kura-kura moncong babi tanpa dokumen. Mereka adalah ALH (49), warga Distrik Agats, Kabupaten Asmat, dan AT (34), warga Kelurahan Emnam, Distrik Suwator, Kabupaten Asmat. Saat ini barang bukti ribuan kura-kura moncong babi telah diserahkan kepada BBKSDA Papua. Selanjutnya akan dilakukan pelepasliaran ke habitatnya.

Baca Juga: Ratusan Kura-kura Moncong Babi Dipulangkan

“Kami sudah berkoordinasi mengenai pelepasliaran ini. Kemudian atas pertimbangan kesejahteraan satwa, akses dan jarak, juga pembiayaan, kami bersepakat lokasi yang direkomendasikan sebagai tempat pelepasliaran adalah Sungai Minajerwi, Kampung Nayaro. Pertimbangan penting lainnya, sungai itu merupakan wilayah keramat masyarakat adat Kampung Nayaro. Jadi masyarakat tidak mungkin mengambil satwa sembarang di sana. Selain itu, sudah terbentuk Masyarakat Mitra Polhut (MMP), jadi bisa mendukung tugas pengawasan dan perlindungan TSL,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Timika, Bambang H. Lakuy. 

Kepala BBKSDA Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si. menyatakan, tidak terdapat kuota untuk kura-kura moncong babi di tahun 2018 dan 2019. “Segala bentuk pemanfaatan terhadap kura-kura moncong babi bisa dilakukan sepanjang sesuai dengan ketentuan perundangan. Dengan begitu, pelanggaran terkait satwa ini harus ditindak sesuai prosedur dan undang-undang,” ungkapnya. 
 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR