Senin, 19 Agustus 2019
Berita Tata Kelola

Peluang dan Tantangan Pengembangan Kelor di NTT

Rabu, 27 Maret 2019

Diskusi Ilmiah BP2LHK Kupang

Peluang dan Tantangan Pengembangan Kelor di NTT
BP2LHK Kupang
Diskusi Ilmiah dengan topik Peluang dan Tantangan Pengembangan Kelor di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aula BP2LHK Kupang, Selasa (26/3/2019)

Kupang -- Forum Peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (BP2LHK) Kupang menggelar Diskusi Ilmiah dengan topik Peluang dan Tantangan Pengembangan Kelor di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aula BP2LHK Kupang, Selasa (26/3/2019).  Topik ini penting diangkat dalam forum diskusi sebagai respons atas kebijakan Gubernur NTT tentang pengembangan kelor (Moringa oliefera sp.).

Bertindak sebagai narasumber Meiseany Hortensia Pandang (Isye) selaku Manager Project More Income Generated for Poor Families in Indonesia (Moringa) LSM Wahana Visi Indonesia (WVI). Moringa project merupakan program pengembangan jaringan kemitraan untuk meningkatkan pendapatan 4.000 rumah tangga petani pada tahun 2022 dengan membangun lingkungan jaringan bisnis yang mendukung para petani dari tahap produksi hingga pemasaran moringa/kelor dan komoditas lain. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rentang waktu 2017–2022 melalui skema pendanaan dari Pemerintah Australia dan Word Vision Australia.  

Baca Juga: Peran BP2LHK Kupang Dalam Penelitian Burung

Acara dihadiri perwakilan Dinas LHK NTT, Balai Besar KSDA NTT, BPDASHL Benain-Noelmina, BPKH Wil XIV Kupang, Balai Diklat LHK Kupang, UPT KPH Kota Kupang, UPT KPH Kab. Kupang, dan Bank NTT. 

Dalam sambutannya, Kepala Balai Litbang LHK Kupang, Sumitra Gunawan menyampaikan bahwa kelor sebagai salah satu sumber daya alam di NTT harus bermanfaat untuk masyarakat dan mempunyai daya jual yang tinggi. Ia menyambut baik dan mengapresiasi WVI yang sudah bertindak sebagai pelopor dalam pengembangan kelor di NTT. Kedepannya diharapkan kelor NTT mampu bersaing dengan provinsi lain.

Baca Juga: Peneliti BP2LHK Kupang Jadi Pemateri

Kegiatan diskusi dimoderatori oleh Ketua Forum Peneliti BP2LHK LHK Kupang, Dr. Gerson Nd. Njurumana, S. Hut. M. Sc. Dalam paparannya, Isye menyampaikan beberapa hal yang telah dilakukan WVI selama ini. Melalui pendampingan masyarakat di NTT, WVI melakukan capacity building di PT. MOI Blora sebagai mitra penampung kelor hasil pengembangan di masyarakat. 

Selain itu WVI juga melakukan pembinaan dan pendampingan mulai dari tahapan produksi, pengolahan, hingga akses pemasaran dan strategi promosi. Beberapa wilayah yang dijadikan lokasi pengembangan kelor antara lain: Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Kabupaten Flores Timur, dan Kabupaten Sabu Raijua. Dalam paparannya dijelaskan pula mengenai beberapa tantangan dalam pengembangan kelor ini meliputi stabilitas produksi, standarisasi hasil dari pengolahan pasca panen dan akses pasar internasional yang memiliki standar yang tinggi. 

Baca Juga: HP Oelsonbai sebagai Laboratorium Alam Kota Kupang

Dalam diskusi beberapa stakeholder juga menyampaikan upaya yang telah dilakukan untuk mendukung program kelor di NTT, contohnya UPT KPH Kota Kupang telah menyiapkan lahan seluas 100 Ha dan UPT KPH Kab Kupang seluas 125 Ha  sebagai lokasi budidaya dan pengembangan kelor. BP2LHK Kupang selaku lembaga riset juga menyampaikan bahwa kegiatan penelitian agroforestry sedang dilakukan untuk komoditas cendana, gaharu dan kayu papi dengan kelor sebagai tanaman sela yang sekaligus kelor digunakan sebagai inang cendana dan kayu papi.  Plot penelitian tersebut berada di Stasiun Penelitian Bu’at Soe TTS dan Banamlaat Kefamenanu TTU.

Sebagai penutup acara diskusi ini dilakukan penyerahan cindera mata oleh Kepala BP2LHK Kupang kepada Ibu Isye sebagai tanda ucapan terima kasih karena sudah berkenan hadir dan sharing pengalaman mengenai kelor di NTT. Dengan diadakannya acara diskusi ini diharapkan pengembangan kelor sebagai salah satu kebijakan prioritas Gubernur NTT bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat NTT. Semoga hari ini menjadi awal untuk Forum Peneliti BP2LHK Kupang untuk selalu aktif melakukan diskusi ilmiah dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat NTT.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR