Jumat, 22 Maret 2019
Berita Tata Kelola

TWA Pulau Bakut Diperkenalkan ke Eropa

Kamis, 14 Maret 2019

Kunjungan Dubes RI untuk Finlandia dan Estonia

TWA Pulau Bakut Diperkenalkan ke Eropa
ksdae.menlhk.go.id
Duta Besar Luar Biasa Republik Indonesia (RI) untuk Finlandia dan Estonia, Wiwiek S. Firman mengunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut, Rabu (13/3/2019)

Barito Kuala -- Duta Besar Luar Biasa Republik Indonesia (RI) untuk Finlandia dan Estonia, Wiwiek S. Firman mengunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut, Rabu (13/3/2019). Yang spesial, Wiwiek mengajak serta para koleganya dari Finlandia dan Estonia. Mereka berasal dari operator dan asosiasi pariwisata, media televisi dan radio dan peneliti. Kedatangan mereka atas undangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc, KSBTU Suwandi, S.Hut, MA, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si beserta staf Balai KSDA Kalimantan Selatan menyambut kedatangan rombongan sekaligus memberikan penjelasan tentang potensi dan keunikan TWA Pulau Bakut sebagai Santuari Bekantan Riparian.

Baca Juga: RI-Norwegia Perkuat Kerjasama REDD+ dan LH

Tim dari Duta Besar Finlandia dan Estonia berkunjung ke TWA Pulau Bakut untuk mengambil data dan informasi sebanyak-banyaknya dalam rangka promosi di negara mereka. BKSDA Kalimantan Selatan mempersiapkan TWA Pulau Bakut ini sebaik-baiknya terutama untuk infrastruktur sehingga bisa menjadi daya tarik selain Bekantannya yang istimewa.

Setelah memasuki dermaga TWA Pulau Bakut, rombongan berkeliling dengan titian ulin (Ulin Wood Trail) yang panjangnya 630 meter. Rombongan juga sempat menaiki menara pandang untuk melihat sekeliling TWA Pulau Bakut dari atas.

Rangkaian kunjungan ini pun dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh rombongan Duta Besar Finlandia dan Estonia yang diwakili oleh Wiwiek Setyawati Firman (Dubes Finlandia dan Estonia), Dini Vita Widjoningtias (Directorate Europe II), Mrs. Merike Halik (Estonian Travel and Tourism Association – Estonia), Mr. Revo Raudjärv (Tallinn TV – Estonia) dan Mrs. Hanne-Mari Tarvonen (Helsingin Sanomat – Finlandia).

"setelah kita berikan pemaparan tadi ada beberapa hal yang mereka berikan masukan, yang pertama mereka menginginkan informasi itu lebih detail, misalnya jenis burung apa saja yang ada di sini, mamalia apa saja yang ada di sini selain tentu perkembangan koloni Bekantan. Jenis-jenis tanaman juga begitu, populasinya bagaimana berapa spesiesnya dan untuk apa saja,” kata Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc.

Baca Juga: Bank Dunia Dukung Pengurangan Emisi di Kaltim

“Itu yang mereka perlukan dan mereka mengharapkan dengan informasi dan data series yang lengkap itu akan menjadi daya tarik tersendiri, karena berbeda dengan tujuan wisata yang lain dan tentu berbeda dengan negara mereka. Hal ini memudahkan mereka untuk promosi dan menarik wisatawan untuk berkunjung, sehingga mereka pun akan berhasil mempromosikan TWA Pulau Bakut dan mendapatkan keuntungan dari itu,” tambah Mahrus.

Harapan Balai KSDA Kalimantan Selatan meskipun TWA Pulau Bakut ini adalah kawasan wisata edukasi yang terbatas tetapi bisa tetap mendunia dan bisa memberikan informasi seluas-luasnya kepada para pihak yang tertarik dengan spesies khusus Bekantan.

Kegiatan diakhiri dengan memberikan souvenir berupa Boneka Bekantan dan Baju Khas TWA Pulau Bakut, dan minum kelapa muda dicampur madu dari hasil binaan BKSDA Kalsel.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR