Jumat, 22 Maret 2019
Berita Konservasi

6 Individu Orangutan Kembali ke Alam Bebas

Senin, 18 Februari 2019

Dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

6 Individu Orangutan Kembali ke Alam Bebas
ksdae.menlhk.go.id
6 Individu Orangutan Kembali ke Alam Bebas

Pontianak -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang bekerja sama dengan International Animal Rescue (IAR) Indonesia, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Nanga Pinoh – Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), anggota Koramil dan Kapolsek Menukung melakukan pelepasliaran enam individu orangutan. Pelepasan dilakukan di kawasan TNBBBR, tepatnya Resort Mentatai Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kamis (14/2/2019) lalu.

Orangutan yang dilepasliarkan bernama Zoya (betina, ± 2,5 tahun), Obi (jantan, ±8 tahun), Muria (betina, ±8,5 tahun), Lady (betina, ±9 tahun), Osin (betina, ±1,5 tahun) dan Maili (betina ±10 tahun). Orangutan tersebut berhasil diselamatkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW I Ketapang bekerjasama dengan YIARI. Setelah melalui proses rehabilitasi, tim dokter hewan menyatakan keenam individu orangutan layak dilepasliarkan.

Baca Juga: BKSDA Kalteng Rescue Dua Orangutan

Zoya  merupakan bayi orangutan yang ditemukan pada tanggal 26 November 2017 di Gunung Tarak. Pada saat ditemukan, Zoya tergeletak di tanah ditinggalkan induknya. Hal ini diketahui setelah tim menunggu beberapa saat sebelum membawanya ke YIARI.

Obi merupakan orangutan jantan yang ditemukan pekerja di ladang bernama Sumbing dan kemudian memeliharanya selama ± 10 bulan. Selama dipelihara, Obi beberapa kali mengalami demam dan diare.

Baca Juga: Orangutan Berhasil Dievakuasi dari Kebun Warga

Muria merupakan orangutan yang dipelihara Sumur, warga desa Sumberejo, selama kurang lebih 3 tahun. Muria dipelihara setelah beberapa kali mencoba masuk ke warung. Lady merupakan orangutan hasil pembelian PT Harita dari masyarakat lokal.  Pihak perusahaan kemudian menghubungi BKSDA untuk menyerahkan Lady. Maili merupakan orangutan yang dipelihara Yusuf selama ±6 tahun. Maili didapatkan dengan cara dibeli dari pekerja kapal dengan harga 800 ribu. Selama proses rehabilitasi, Maili melahirkan Osin tanggal 10 Mei 2017.

Maili dan Osin sudah dilepasliarkan sebelumnya pada tanggal 10 Juli 2018 kemudian pada tanggal 17 Agustus 2018 Maili dibawa kembali dari Gunung Tarak ke pusat rehabilitasi karena terlihat lemas, tidak ada nafsu makan dan tidak aktif.

Baca Juga: Dua Individu Orangutan Dilepasliarkan di TNBBR

“Orangutan yang berhasil dilepasliarkan sampai dengan bulan Februari ini sebanyak 10 individu. Sebelum dilepasliarkan, orangutan memerlukan waktu yang cukup panjang untuk mengembalikan sifat liarnya, terutama setelah dipelihara dan berinteraksi dengan manusia. Hal ini karena mereka terbiasa hidup dan berperilaku seperti manusia. Misal memakan makanan yang dimakan manusia seperti nasi yang tidak akan ditemukan orangutan di alam,” kata Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata N Adirahmanta.

Ia menambahkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak memelihara apalagi memperjualbelikan tumbuhan maupun satwa dilindungi. "Mari bersama kita jaga dan lestarikan tumbuhan dan satwa di habitat aslinya, jika bukan kita siapa lagi,” katanya.




BAGIKAN

BERI KOMENTAR