Selasa, 18 Juni 2019
Berita Konservasi

BKSDA Beberkan Peredaran TSL di Kalsel

Jumat, 16 November 2018

Inhouse Training BKP Banjarmasin I

BKSDA Beberkan Peredaran TSL di Kalsel
ksdae.menlhk.go.id
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Dr. Mahrus Aryadi, M.Sc berkesempatan menjadi narasumber dengan materi “Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Kalimantan Selatan”

Banjarmasin -- Balai Karantina Pertanian mengadakan Inhouse Training “Tindakan Karantina Hewan Terhadap Satwa Liar” di ruang rapat Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin (BKP Banjarmasin I). Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Dr. Mahrus Aryadi, M.Sc berkesempatan menjadi narasumber dengan materi “Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Kalimantan Selatan”. 

Dalam pemaparannya, Mahrus menerangkan berbagai macam jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, khususnya yang ada di Kalimantan Selatan. Mahrus juga menerangkan ketentuan dan prosedur penerbitan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar - Dalam Negeri (SATS-DN) serta rute rawan akan penyulupan TSL di Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Kelompok Masyarakat Budidaya Lebah Madu Dibentuk

“Inhouse training ini sangat penting dalam rangka membangun kebersamaan dengan Kementerian Pertanian khususnya untuk karantina tumbuhan atau pun satwa. Kita telah menyampaikan Permenlhk Nomor P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi dan juga bagaimana prosedur pemberian ijin untuk souvenir dan jenis niaga. Kita juga menyampaikan kepada komunitas satwa dalam perijinan penangkaran bagi teman-teman komunitas yang ingin menangkarkan satwa atau pun tumbuhan yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi dalam rangka untuk membantu peredarannya," jelas Mahrus.

Mahrus menambahkan, khusus untuk kerja sama dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, BKSDA Kalsel akan mempererat silaturahmi agar dalam tugas-tugas di lapangan bisa terjalin dengan baik terutama pada hari-hari libur akibat keterbatasan tenaga.

Baca Juga: Warga Serahkan Buaya Setelah 18 Tahun Dipelihara

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, drh. H. Achmad Gozali, MM berharap ada perizinan satu atap antara BKSDA Kalimantan Selatan dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih mudah dan perlindungan terhadap satwa atau tumbuhan yang dilindungi maupun tidak dilindungi bisa terkontrol. 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR