Senin, 27 Januari 2020
News & Nature
Berita

BKSDA NTB Selenggarakan Pelatihan untuk PEH

Rabu, 10 Oktober 2018

Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Laporan Kegiatan Teknis

BKSDA NTB Selenggarakan Pelatihan untuk PEH
ksdae.menlhk.go.id
BKSDA Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Laporan Kegiatan Teknis, 8-9 Oktober 2018

Mataram -- Untuk meningkatkan kapasitas para Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Laporan Kegiatan Teknis, 8-9 Oktober 2018. Seluruh Pejabat Teknis di UPT Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di NTB diundang mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan berlangsung di Mataram dihadiri kurang lebih 30 peserta yang berasal dari BKSDA NTB selaku Korwil, Balai TN Tambora, Balai TN Gunung Rinjani, BPDASHL Dodokan Moyosari, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB dan Balai Penelitian Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram.

Baca Juga: BKSDA dan Gakkum NTB Amankan Satwa Dilindungi

Acara dibuka Kepala BKSDA NTB, Ir. Ari Subiantoro, M.P. Ia berharap, melalui pelatihan ini kekayaan hayati dan potensi kawasan konservasi di NTB mampu direncanakan dan dikembangkan dengan lebih baik, terutama ditekankan terhadap masalah perlindungan, pemulihan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.

Pada hari pertama pelatihan, para peserta mendapat materi Pengelolaan Kawasan Konservasi di NTB dari Ir. Ari Subiantoro, M.P., dan Membangun Kedekatan dengan Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi oleh Dr. Markum (Dosen Universitas Mataram) yang menggunakan referensi dari kasus Penyelesaian Konflik Masyarakat di TWA Bangko-bangko. 

Dalam materinya, Dr. Markum mengatakan, belakangan masalah utama yang dihadapi pengembangan kawasan hutan sebenarnya bukan yang terkait dengan ekosistem alami hutan itu sendiri, melainkan masalah sosial ekonomi. Masyarakat menggantungkan keberlangsungan ekonomi hidup mereka dari kawasan hutan, sehingga penting untuk mencarikan solusi win-win bagi kedua pihak, masyarakat dan kawasan hutan.

Selanjutnya, Drs. I Gde Mertha, M.Si dalam materi jenis-jenis tumbuhan invasif di NTB. Ia mengatakan suatu spesies tumbuhan dikatakan invasif ketika pernyebarannya sangat cepat dan mengganggu pertumbuhan spesies tumbuhan lain. Tetapi ada yang menarik, dimana kasus satu jenis tumbuhan termasuk invasif di daerah lain, tetapi di NTB tidak. Tumbuhan tidak akan invasif ketika tumbuhan tersebut memiliki predator alami di habitatnya, sehingga penyebaran tumbuhan tersebut bisa dikendalikan.

Baca Juga: BKSDA NTB Lepasliarkan Penyu Hijau

Abdul Basith, S.Hut., M.Sc. selaku Kepala SPTN I TN Matalawa membagikan pengalaman kesuksesan restorasi di kawasan Musson Area di Taman Nasional Matalawa dan Muhammad Faisyal My, S.P. tentang Pemberdayaan Masyarakat dalam kegiatan Wisata Alam di Taman Nasional Gunung Rinjani.

Di akhir penyampaian materi, pada sesi diskusi para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi cerita dan bertanya terutama mengenai masalah yang dihadapi masing-masing UPT di lingkungan kerjanya.

Pada hari kedua, acara ditutup Lalu Yuhaidir M., P.Si yang memberikan materi tentang motivasi dalam bekerja dan pengembangan diri. Terutama ditekankan pada etos kerja, niat yang ikhlas dalam melakukan pekerjaan serta bagaimana memunculkan niat bekerja dengan tujuan yang lebih tinggi.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR