Selasa, 18 Juni 2019
Berita Bentang Alam

Lagi, Rafflesia Langka Ditemukan di TNGGP

Sabtu, 15 September 2018

Oleh Polhut Resort Cimande

Lagi, Rafflesia Langka Ditemukan di TNGGP
ksdae.menlhk.go.id
Rafflesia rochussenii ditemukan kembali di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Cibodas -- Lokasi baru sebaran bunga langka, Rafflesia rochussenii ditemukan kembali di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Lokasi itu ditemukan pertama kali oleh personel Resort Cimande yang sedang melaksanakan patroli bersama masyarakat

Ade Frima, seorang Polhut Resort Cimande tidak sengaja melihat knop yang awalnya tidak diyakini sebagai knop dari Rafflesia rochussenii. Setelah diperhatikan, Ade dan tim meyakini itu merupakan bunga langka. Selain ditemukan di TNGGP juga pernah ditemukan di Gunung Salak dan Gunung Leuser (Zuhud dkk, 1998).  Ade mencatat terdapat 7 knop hidup, 2 knop busuk, dan 1 mekar busuk di lokasi baru tersebut. 

Baca Juga: Rafflesia Warisan Kooders Masih Ditemukan di Puger

Pada tahun sebelumnya, tepatnya awal Juli 2017 di wilayah Resort Tapos telah ditemukan juga lokasi baru Rafflesia rochussenii. Pertama kali ditemukan oleh Komar yang sedang melaksanakan kegiatan patroli bersama tim. Komar secara tidak sengaja terpeleset dan jatuh di sekitar lokasi ditemukannya Rafflesia rochussenii.

Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi menyebutkan bahwa jenis Rafflesia rochussenii statusnya adalah dilindungi bersama dengan 12 jenis lainnya. Rafflesiarochussenii memiliki sejarah panjang. Tahun 1941 sempat dinyatakan punah karena sering terjadi pengambilan di alam. 

Baca Juga: Petugas TNGL Temukan Rafflesia di Tangan-tangan

Pada tahun 1990 jenis ini ditemukan kembali oleh sekelompok mahasiswa pencinta alam dari IPB (Lawalata IPB) di Gunung Gede. Pernah juga ditemukan di Gunung Salak dan Gunung Leuser (Zuhud dkk, 1998). Jenis ini mempunyai sedikit informasi struktur morfologi dan populasinya. Jenis inupun paling dikhawatirkan sedang menuju kepunahan. Pertumbuhan Rafflesia rochusseniidiperkirakan membutuhkan waktu selama 27,3 bulan untuk sebuah kuncup sampai mekar dengan waktu mekar yang singkat yaitu selama 7 hari (Zuhud dkk, 1994).

Monitoring Rafflesia rochussenii di TNGGP dilakukan secara rutin setiap tahun khususnya oleh Bidang PTN Wilayah III Bogor. Keberadaan bunga langka ini tidak menutup kemungkinan untuk dijadikan sebagai objek wisata minat khusus seperti yang sudah dilakukan di Bengkulu yang melibatkan masyarakat lokal sebagai interpreter.

Baca Juga: Balai TN Meru Betiri Temukan Rafflesia Mekar

Dengan menggeliatnya kembali skema RBM (Resort Based Managament) yang menuntut eksplorasi pada grid-gridpengelolaan, diharapkan tidak ada sejengkalpun kawasan yang tidak terdata baik data pamhut, potensi alam, dan keanekaragaman hayati. Semoga akan terus menemukan sesuatu yang baru dan menggembirakan lagi di TNGGP dan di kawasan konservasi lainnya.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR