Senin, 9 Desember 2019
News & Nature
Berita

Daya Dukung & Tampung LH Wajib Dipertimbangkan

Sabtu, 21 Juli 2018

Dalam perencanaan pembangunan

Daya Dukung & Tampung LH Wajib Dipertimbangkan
ppid.menlhk.go.id
P3E Bali-Nusra KLHK menyelenggarakan sosialisasi hasil kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara kepada pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (19/7/2018)

Jakarta -- Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup merupakan pertimbangan penting dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi. 

Untuk meningkatkan pemahaman tersebut, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara (P3E Bali-Nusra) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan sosialisasi hasil kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara kepada pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Baca Juga: Litbang dan Inovasi Jadi Solusi

Mewakili Sekretaris Jenderal KLHK, Kepala P3E Bali-Nusra, Rijaluzzaman, menegaskan, saat ini negara Indonesia berada di periode kedua RPJMN III (2015-2019), yang menekankan pembangunan keunggulan kompetitif, perekonomian berbasis sumber daya alam, SDM yang berkualitas, serta kemampuan Iptek. 

“Oleh karena itu, diantara tantangan besar pembangunan periode RPJMN ini, adalah mempertahankan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam, dengan aspek daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (DDDTLH)-nya," tambahnya.

Rijaluzzaman juga menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut, merupakan bagian tugas P3E Bali-Nusra dalam membangkitkan kesadaran para pengambil keputusan di daerah, selain fasilitasi penyusunan DDDTLH dan asistensi teknis. 

“Kata kunci adalah komitmen dari pimpinan di daerah serta semangat Dinas Lingkungan Hidup untuk mengawal dan memberikan pertimbangan teknis Gubernur/Bupati/Walikota," tegas Rijaluzzaman

Baca Juga: BP2TSTH dan ITTO Gelar Planting Ceremony Andalas

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Provinsi NTB, Fakhrunraji, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.  “Penyusunan DDDTLH merupakan hal yang sangat baru bagi daerah. Fasilitasi yang diberikan P3E Bali-Nusra dalam penyusunan DDDTLH untuk Kota Bima pasca bencana banjir 2016, sangat bermanfaat dalam revisi RTRW, sinkronisasi RTRW antara Kota Bima dan Kabupaten Bima, serta penyusunan kegiatan pemulihan lingkungan pascabanjir," ujarnya.

Seminar bertema “Perencanaan Pembangunan Daerah Berbasis Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup" tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC). Turut hadir perwakilan satuan kerja pusat KLHK, Pemprov/Pemkab/Pemkot lingkup Bali-Nusra, Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK lingkup Bali-Nusra, akademisi, dan masyarakat. 



BAGIKAN

BERI KOMENTAR