Selasa, 18 Juni 2019
Berita Konservasi

Lama Jadi Misteri, Musang Sulawesi Ditemukan Lagi

Selasa, 3 April 2018

TNBNW Terapkan Tata Kelola Kawasan Berbasis Tapak

Lama Jadi Misteri, Musang Sulawesi Ditemukan Lagi
ksdae.menlhk.go.id
Musang Sulawesi di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Kotamobagu -- Musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii) selama bertahun-tahun menjadi misteri lantaran hampir tidak pernah ditemukan keberadaannya. Namun, dalam sebuah patroli yang digelar bulan Maret lalu, Tim Patroli Resort Dumoga Timur–Lolayan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Doloduo Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) bersama Wildlife Conservation Society (WCS) berhasil menemukannya secara langsung dalam kondisi terjerat. 

Perjumpaan kembali dengan musang Sulawesi tidak lepas dari adanya perubahan pengelolaan kawasan TNBNW. “Perubahan cara kelola kawasan yang mulai menerapkan manajemen kelola kawasan berbasis tapak (Resort Based Management) yaitu membangun sistem patroli dan penjagaan kawasan bersama masyarakat desa-desa sekitar kawasan," kata Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ir. Wiratno, MSc. 

Baca Juga: Kelola Taman Nasional, TNBNW Libatkan Masyarakat

Temuan perjumpaan satwa ini diharapkan menjadi awal untuk riset-riset lanjutan. Sebab, kata Wiratno, sangat mungkin ditemukan spesies flora fauna baru.

Sejak dua tahun terakhir, TNBNW sudah mulai menyempurnakan teknik monitoring satwa dengan menggunakan kamera jebak (camera trap). “Sebelum adanya penemuan langsung musang Sulawesi oleh tim patroli TNBNW bersama WCS, satwa yang telah lama sulit dijumpai ini juga berhasil terekam oleh sembilan kamera jebak yang dipasang di sembilan lokasi berbeda," tambah Kepala Balai TNBNW, Lukita Awang Nistyantara. 

Baca Juga: Izin Pemanfaatan Air Banteng Mulya Diperpanjang

Dari sembilan kamera yang berhasil merekam keberadaan musang Sulawesi tersebut, katanya, delapan di antaranya dipasang oleh tim survey Balai TNBNW dan WCS. Sedangkan satu kamera lain merupakan hasil pemasangan tim survey Balai TNBNW.

Metode pengamatan atau monitoring satwa dengan menggunakan teknologi pemasangan kamera jebak yang dilakukan TNBNW didukung adanya pengadaan kamera oleh WCS sebanyak 68 buah dan sudah dipasang sejak 2017. Untuk tahun ini, direncanakan akan ada penambahan kamera jebak sebanyak 80 buah dari Enhancing the Protected Area System in Sulawesi Project for Biodiversity Conservation (EPASS Project) untuk dipasang di kawasan TNBNW.

Baca Juga: Laporan Warga, BKSDA Kalbar Selamatkan Bekantan

Keberhasilan menjumpai dan mendokumentasikan musang Sulawesi membuktikan, satwa tersebut masih ada di alam dan belum punah. Namun demikian, ancaman terhadap keberadaannya masih sangat tinggi.  “Musang Sulawesi ditemukan oleh tim patroli Resort Dumoga Timur - Lolayan bersama WCS dalam kondisi terjerat. Namun tim patroli berhasil membebaskannya dan melepaskannya kembali,” kata Kepala Resort Dumoga Timur–Lolayan, SPTN Wilayah II Doloduo, Max Welly Lela. 

Menurut Max, pengamanan dan perlindungan terhadap kawasan TNBNW harus ditingkatkan demi menjaga kelestarian seluruh kekayaan keanekaragaman hayati yang ada.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR