Selasa, 18 Juni 2019
Berita Tata Kelola

Kelola Taman Nasional, TNBNW Libatkan Masyarakat

Selasa, 27 Maret 2018

Kesepakatan dijalin sebagai rangkaian proses penguatan desa penyangga

Kelola Taman Nasional, TNBNW Libatkan Masyarakat
ksdae.menlhk.go.id
Resort Dumoga Timur dan Lolayan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) menjalin kesepakatan konservasi dengan masyarakat Desa Pinonobatuan, Senin (26/3/2018)

Kotamobagu -- Resort Dumoga Timur dan Lolayan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) bersama dengan Enhancing Protected Area System In Sulawesi (EPASS) menjalin kesepakatan konservasi dengan masyarakat Desa Pinonobatuan, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaan Mongondow, Sulawesi Utara, Senin (26/3/2018). Kesepakatan ini merupakan rangkaian proses penguatan desa penyangga di sekitar kawasan TNBNW.

“Masyarakat desa selain mendukung untuk kelestarian maleo sebagai ciri khas taman nasional, diharapkan juga dapat terlibat dalam pengembangan ekowisata, khususnya daerah Pinonobatuan,” ujar Kepala Desa Pinonobutuan, Samuel J. Oro.

Baca Juga: Izin Pemanfaatan Air Banteng Mulya Diperpanjang

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Doloduo TNBNW, Agung Triono Hermawan menegaskan, salah satu perubahan pola pikir pengelolaan kawasan taman nasional saat ini adalah menjadikan masyarakat sebagai subyek pengelolaan. "Masyarakat desa penyangga merupakan salah satu pihak penting dalam pengelolaan taman nasional," katanya.

Beberapa kesepakatan yang dibahas antara lain mengenai penjagaan daerah-daerah tangkapan air dan sempadan sungai serta sumber air lainnya yang berasal dari taman nasional dan sekitarnya, pengembangan wisata alam terbatas, serta bersama-sama mengurangi tekanan dan ancaman kawasan TNBNW seperti perburuan dan pembalakan liar.

Baca Juga: TN Matalawa Fasilitasi Pembentukan "Wai Nguru"

Desa Pinonobatuan merupakan salah satu desa penyangga kawasan TNBNW yang secara administratif berada di Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaangmongondow. Di desa ini, ada lokasi peneluran maleo (Macrocephalon maleo) di Tambun. Ini merupakan salah satu lokasi terpenting konservasi maleo di Indonesia. Maleo merupakan satu dari 25 jenis satwa prioritas nasional untuk ditingkatkan populasinya.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR