Selasa, 10 Desember 2019
News & Nature
Konservasi

BKSDA Musnahkan Barang Bukti Ofsetan Satwa Sitaan

Kamis, 8 Februari 2018

Pemusnahan Dilakukan dengan Cara Dibakar dan Dikubur

BKSDA Musnahkan Barang Bukti Ofsetan Satwa Sitaan
menlhk.go.id
BKSDA Sumatera Selatan memusnahkan barang bukti satwa sitaan dan serahan masyarakat selama tahun 2016-2017 di halaman kantor BKSDA Sumatera Selatan, Rabu (7/2/2018). 

Palembang -- BalaiKonservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan memusnahkan barang bukti satwa sitaan dan serahan masyarakat selama tahun 2016-2017. Pemusnahan dilakukan di halaman kantor BKSDA Sumatera Selatan, Rabu (7/2/2018). 

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar habis kemudian dikubur dalam tanah. Beberapa jenis barang bukti yang dimusnahkan adalah opsetan kucing hutan, kepala kambing hutan, trenggiling, kulit rusa, daging labi-labi, ketam tapak kuda, telur ketam, kulit harimau, tulang harimau, paruh burung enggang, potongan kulit kijang, taring beruang madu, kulit kucing emas, burung cenderawasih, sisik trenggiling, gading gajah, kambing hutan, penyu sisik, bulu ekor enggang, harimau sumatera, macan tutul jawa, dan tanduk rusa sambar. 

Pemusnahan dilakukan oleh Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan, Ketua Tim Satgas SDA LN Kejaksaan Agung RI, Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Direktorat KKH dan Direktorat PPH Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan disaksikan oleh perwakilan UPT Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Pemusnahan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam pemberantasan  terhadap jual beli satwa dilindungi di Sumatera Selatan. Termasuk memastikan akan dilakukannya penindakan tegas terhadap pelaku,” tandas Kepala Balai KSDA Sumatera Selatan, Genman S. Hasibuan. 

Setelah ini, ia memastikan tidak akan membiarkan setiap pelanggaran hukum di bidang kehutanan, termasuk jual beli satwa dilindungi.

Selanjutnya, BKSDA Sumatera Selatan akan terus berupaya melakukan pelestarian satwa dilindungi dengan mengajak semua pihak untuk ikut terlibat. Membiarkan satwa hidup di alam bebas dengan terus menjaga habitatnya agar terhindar dari kepunahan.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR