Selasa, 18 Juni 2019
Berita Komunitas

Izin Pemanfaatan Air Banteng Mulya Diperpanjang

Senin, 5 Februari 2018

Kelompok Tani Ini Dinilai Baik dan Taat Aturan

Izin Pemanfaatan Air Banteng Mulya Diperpanjang
ksdae.menlhk.go.id
Penyerahan surat izin pemanfaatan air kepada kelompok tani Banteng Mulya

Kotamobagu -- Balai Taman Nasionnal Bogani Nani Wartabone (BTNBNW) memberikan izin pemanfaatan air kepada Kelompok Tani Banteng Mulya Desa Mopugad Selatan, Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Izin diberikan oleh BTNBNW untuk pengairan sawah yang letaknya berbatasan langsung dengan kawasan TNBNW. 

Ada sekitar 25 kepala keluaga yang tergabung dalam Kelompok Tani Banteng Mulya ini yang telah memanfaatkan izin pemanfaatan air sejak tahun 2014. Dengan dukungan dana dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bolaang Mongondow, kelompok ini membangun bendungan sederhana di Sungai Louyo Kecil. Lokasi bendungan terletak di zona rehabilitasi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Kemudian masyarakat mengalirkannya ke daerah persawahan seluas lebih dari 60 hektare. Debit air yang dimanfaatkan untuk mengairi persawahan ini adalah + 0,005m3/s atau 18m3/jam.                         
Karena masa berlakunya sudah habis, pada tahun 2018, Kelompok Tani Banteng Mulya memperbaharui izin pemanfaatan air.  Berdasarkan hasil evaluasi BTNBNW, sesuai Perdirjen PHKA No.22/IV-Set/2014 tentang Pelaksanaan Pengawasan, Evaluasi dan Pembinaan Pemanfaatan Air dan Energi Air di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Tahura dan Taman Wisata Alam, kinerja Kelompok Tani Banteng Mulia termasuk dalam kategori baik, sehingga izinnya dapat diperpanjang secara langsung. 

Perpanjangan Surat Izin Pemanfaatan Air diserahkan Kepala Resort Dumoga Utara, SPTN II Doloduo kepada Ketua Kelompok Tani Banteng Mulya di Kantor Resort Dumoga Utara TNBNW, di Desa Tapada Utara, Jumat (2/2/2018).

“Izin Pemanfaatan Air ini diperpanjang oleh BTNBNW karena kelompok mematuhi aturan-aturan yang ada dan juga turut menjaga kawasan TNBNW. Mereka juga melakukan penanaman pohon seperti nantu dan kemiri secara mandiri untuk menjaga sumber air tersebut,” kata Kepala Resort Dumoga Utara, Nur Amama. 

“Bahkan, pada saat acara penyerahan izin pemanfaatan air, kelompok meminta kembali bibit tanaman untuk ditanam di daerah-daerah lain di sekitarnya,” sambung Nur.

Izin  pemanfaatan air dengan tujuan nonkomersil diberikan BTNBNW dengan memperhatikan azas konservasi, kelestarian, dan pemanfaatan sumber daya alam dan ekosistemnya. “Saya sangat mengapresiasi Kelompok Tani Banteng Mulya yang telah memanfaatkan potensi TNBNW yang ada secara berkelanjutan dan riil turut menjaga kawasan TNBNW. Saya juga berharap agar model-model seperti ini dapat dikembangkan di daerah-daerah lain agar potensi TNBNW dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan dan kawasan TNBNW tetap terjaga utuh” timpal Kepala Balai TNBNW, Lukita Awang Nistyantara.

Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone merupakan penyangga kehidupan masyarakat, terutama di sekitar kawasan karena memiliki nilai jasa lingkungan, seperti pemanfaatan air / energi air dan wisata. Terdapat sekitar 144 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan taman nasional dan memanfaatkan air dari dalam kawasan untuk konsumsi, pertanian, PLTMH, dan lain-lain. 

Namun di sisi lain, TNBNW juga masih harus menghadapi ancaman seperti illegal loging, perambahan, penambangan illegal, perburuan sehingga masih perlu dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga keutuhannya.



BAGIKAN

BERI KOMENTAR